ASAL MULA PULAU SERAPUNG
Pulau serapung adalah pulau yang berada di Kecamatan Kuala Kampar.pulau Serapung terletak di pulau Simpang Empat, asal mulanya terjadi pulau itu adalah:
Dahulu kala ada seorang hulubalang yang kuat, gagah perkasa dan mempunyai ilmu batin yang tinggi. Dia adalah Ungge Biomban. Ungge Biomban mempunyai seorang istri yang bernama Comen Dunio. Dari istri Comen Dunio dapatlah seorang anak yang bernama Burung Bedonang.
Beberapa bulan kemudian Ungge biomban pergi berlayar hingga suatu hari ia sampai di sebuah pulau yang bernama hutan raya. Dipulau itu, Ungge Biomban mendapat seorang istri lagi yang bernama Putri Dunio, dari istri kedua inilah dapat seorang anak yang bernama Sutan Pamengge.
Setelah beberapa puluh tahun terjadilah peperangan antar dua hulubalang. Yang pertama bernama Burung Bedondang dan yang kedua bernama Sutan Pamengge. Kedua hulu balang tersebut tidak tahu bahwa mereka berdua adalah saudara kandung, karena sejak bayi mereka berdua tidak pernah bertemu.
Kedua-duanya mempunyai dondang1. satu dondang Sutan Pamengge dan yang satu lagi dondang Burung Bedondang. Mereka berperang di laut simpang empat, masing-masing hulubalang membawa seorang panglima yang gagah perkasa, Sutan Pamengge membawa panglima Kucing Congok, sedangkan hulubalang Burung Bedondang membawa panglima Burung Bengkuang. Masing-masing panglima mempunyai kekuatan luar biasa yang tak terkalahkan. Karena masing-masing hulubalang membawa panglima yang sama kuat, maka pertempuran yang luar biasa tak terelakkan lagi.
Setelah lama berperang dan belum tahu siapa yang menang dan yang kalah,sedangkan korban sudah banyak berjatuhan, darah bercucuran dimana-mana. Akhirnya karena belum tahu siapa yang menang dan yang kalah, maka kedua hulubalang tersebut mengeluarkan petuah. Kata Burung Bedondang “Belum tahu lagi anak Ungge Biomban akan kalah”, begitu juga dengan Sutan Pamengge “belum tahu lagi anak Anak Ungge Biomban kan kalah”, mereka pun terkejut, karena sama-sama mengeluarkan petuah yang sama, dan sama-sama anak Ungge Biomban. Maka mereka pun menghentikan peperangan dan tahulah mereka bahwa merekaadik beradik.
Tidak beberapa lama setelah bercengkerama muncullah ikan ayo2, ikan yang besar. Ia keluar untuk memakan manusia, karena mencium bau darah. Karena takut akan banyak berjatuhan korban, kedua adik beradik itupun bersatu dan memerangi ikan ayo itu. Akhirnya ikan ayo itu pun mati. Dan saking besarnya ikan ayo itu, akhirnya menjadi sebuah pulau, yang kemudian dikenal dengan nama pulau Serapung, sedangkan dondang Sutan Pamengge dan dondang Burung Bedondang menjadi pulau tiga.
Setelah peristiwa tersebut, sutan pamengge pergi mengembara lagi,setelah lama mengambara sutan pamengge bertenu dengan Putri Bungsu, Putri Bungsu adalah anak Jin. Setelah lama berkenalan akhirnya merekapun menikah.
Setelah beberapa bulan sutan pamengge pergi berlayar. Sebelum berlayar sutan pamengge menitip pesan kepada putri bungsu “jangan engkau bedondang3 dengan kakakmu”, pinta sutan pamengge “baiklah ajo mudo”, kata Putri Bungsu. Putri Bungsu mempunyai enam saudara, sepeninggal Sutan Pamengge pergi berlayar, kakaknya mengajak Putri Bungsu bedondang di tepi pantai. Putri Bungsu lupa kan pesan suaminya, akhirnya ia mengikut ajakan kakak-kakaknya untuk bedondang. Saking kuatnya ayunan kakanya, sampai-sampai Putri Bungsu terayun keseberang. Putri Bungsupun menyesali perbuatanya itu.
Tidak beberapa lama Putri Bungsu berada diseberang laut, lewatlah sebuah dondang rupanya dondang itu dondang sutan pamengge. Melihat dondang suamiya itu,lantas bernyanyilah Putri Bungsu.
Dondang siapa yang lalu du kok dondang
Dondang si ajo mudo singgah ambo disini
Banyak manat4 perkara manat
Manat bedondang nan telupo
Dengrlah Sutan Pamengge, “ha! Lagu siapa tu, dengar Bujang Selamat!. Menyanyi lagi Putri Bungsu,
Dondang siapa yang lalu du kok dondang
Dondang si ajo mudo singgah ambo disini
Banyak manat perkara manat
Manat bedondang nan telupo
Kemudian disinggalah oleh Sutan Pamengge, rupanya istrinya sendiri. Lalu turunlah ke darat ketempat Putri Bungsu. Putri bungsu pun disuruh naikkeatas dondang, sedangkan sutan pamengge tetap didarat.pulau yang .mereka singgahi disebut pulau medang. Dipulau medang banyak hantu kalikewi5 yang suka mengganggu.
Tidak beberapa lama Sutan Pamengge pergi, muncullah hantu Kalikewi di atas dondang. Hantu Kalekewi itupun melempar Putri Bungsu ke laut, kemudian hantu Kalikewi berubah menjadi Putri Bungsu.
Akhirnya Sutan Pamengge datang “aku tidak merasa enak hari ini, apa kau tidak apa-apa Putri Bungsu?” tanya Sutan Pamenge. “aku tidak apa-apa ajo mudo, tetapi tolong buatkan aku istana dilaut, aku lagi hamil sulung” pinta hantu Kalikewi yang menyamar menjadi Putri Bungsu dan di dalam perutnya adalah tempayan6. karena melihat istrinya yang lagi hamil maka Sutan Pamengge mengabulkan permintaanya untuk membuat istana dilaut.
* * * *
Lain cerita, Putri Bungsu yang asli yang telah di buang oleh hantu Kalikewi ke laut. Akhirnya ditelan ikan Hiu, setelah beberapa minggu ,ikan Hiu itu pun terdamper dipantai di dekat rumah nenek Kebayan. Nenek Kebayan yang melihat ada ikan di dekat pantai, kemudian menghampirinya, dan membelah perut ikan tersebut, setelah di belah, muncullah seorang gadis yang cantik, nenek Kebayan terkejut melihat seorang wanita cantik jelita di depanya. Nenek Kebayan bertanya kepada wanita tersebut “siapa anak ini?, dan mengapa sampai didalam perut ikan?” “saya Putri Bungsu, istri Sutan Pamengge, saya di buang kelaut oleh hantu Kalikewi dan di telan ikan” jawab wanita tersebut yang tidak lain adalah putri bungsu. “kalau anak tidak keberatan bagaimana kalau anak tinggal di rumah nenek?” ajak nenek kebayan. “baiklah nek”Putri Bungsu menerima tawaran nenek. Akhirnya Putri Bungsu tinggal di rumah nenek Kebayan. Ia rajin membantu nenek Kebayan, sehingga nenek Kebayan sayang kepadanya. Apalagi selama ini nenek Kebayan sendirian dan tidak mempunyai anak.
* * * *
Setelah Sutan Pamengge membuat istana dilaut, ia melihat Putri Bungsu sangat cantik, dan ketika Putri Bungsu di dekat air. Sutan Pamengge tidak melihat bayangan Putri Bungsu di air. Dan tahulah Sutan Pamengge bahwa Putri Bungsu di depannya itu bukanlah Putri Bungsu istrinya, melainkan hantu Kalikewi. Kemudian sutan pamengge membunuh hantu kalikewi tersebut, setelah hantu Kalikewi dibunuh, Sutan Pamengge pun pergi mencari Putri Bungsu istrinya.
Setelah beberapa Minggu berlayar sampailah Sutan Pemengge ditempat nenek Kebayan. Ditempat nenek Kebayan Sutan Pemengge bertemu dengan Putri Bungsu, keduanyapun saling melepas rindu. Sutan Pamengge berterima kasih kepada nenek Kebayan karena telah menjaga Putri Bungsu. Merekapun mohon pamit kepada nenek Kebayan, untuk pergi berlayar lagi dan keduanya pun hidup bahagia sampai mati.
Sutan Pamengge wafat di Serapung dan sampai sekarang masih ada makam Sutan Pamengge di Serapung yang tidak terurus dan dianggap keramat.
DITULIS OLEH SABILA ABRORI Read More..
